25/02/12

~NIGHTMARE~

Tittle: NIGHTMARE
Cast : Nakajima Yuto,Yamada Ryosuke,Irie Jingi,Nisiuchi Maria and Aika Gita Hikari as Aika-chan aka Ai-chan
Rating: PGType:One-shoot
Genre: udah keliatan darijudulnya kayaknya,sedikit berbau horror gagal  XD *genre apaan tuh

Warning: karena Yuuma meksa pengin eksis ,author berbaik hati nyempilin dialog mesra antara  kami berdua *PLAK


YOSHAAAAAAA  setelah rehat dari dunia epep saya kembali dengan sebuah karya yang nggak akan  kalah geje dari sebelum-seblumnya. Requestan dari saudari  Aika Gita Hikari ,gomen kayaknya untuk epep ini  nggak bisa pake Judul ” I got it First “ daijobuka? Hehehehe yang penting nama ente nyantol kan? XD *dilemap rcangkul
mari kita berkebuuuun!! ^0^ *PLETAK
Yasuhilah (hah?) dari pada banyak cincong *reader ngamuk-ngamuk
Dan authornya mau kondangan ke rumah om Jin Akanishi *kemarin lupa belum ngamplop sih
DOUZOOOOOOOOOOO *author kabur naik dokar bareng Yuuma 
Yuuma: gue nggak ada nih cuma nemenin naik dokar doang
 Author: nepuk nepuk pala Yuuma

“are ? doshite yama-chan kau keliatan sedih” Yuto menyadari ada yang masalah yang disembunyikan  Yamada  namun nampaknhya dia enggan untuk menceritakan masalahnya padanya.
“iiye..daijobu..” yamada mencoba menghindari tatapan mata Yuto  dengan berpura pura sibuk dengan buku sejarahnya  namun sayangnya dalam posisi terbalik,membuuat Yuto semakn yakin ada yang tidak beres dengan Yamada.
“apa ini masalah dengan Maria-chan?” pertanyaan yuto nampaknya tepat sasaran ,mata Yamada tak bisa berbohong lagi .

“kemarin dia minta putus”   ucap Yamada lemah, akhirnya  dia menceritakan apa yang terjadi,namun ditengah pembicaraan itu tiba –tiba saja orang yang sedang dibicarakan muncul dengan kondisi berbalik 180 derajat. Senyum ceria mengembang  di bibir mungilnya  yang pink. Bahkan gadis  bermarga Nisiuchi itu sempat menyapa Yamada dan Yuto  seakan akan tak ada yang terjadi antara Yamada dan dirinya.

“kau yakin Maria-chan minta putus?” tanya Yuto sedikit ragu karena tingkah laku Maria tak mencerminkan hal itu.
“unn kemarin dia menelfonku “  Yamada melayangkan pandanganya menerobos keluar jendela ,mengamati langgit yang tak biru seperti hatinya yang keruh.

“hounto? Tapi kelihatanya baik baik saja?”  Yuto  sampai memiringkan kepalanya karena bingung. diamatinnya Maria yang tengah berjalan keluar kelas sampai tak keliahatan lagi batang hidung gadis yang tengah memusingkan hati sahabatnya.

“ouhayo Nakajima senpai..Yamada –senpai” tiba tiba saja seorang gadis yang sudah tak asing lagi bagi Yuto menghampiri keduanya.
Dia Aika tetangga Yuto, yang kebetulan merupakan juniornya di sekolah.
“Aika-chan? Nani? Kelas akan segera dimulai kan?”
“Ano..tolong berikan ini ke Nisiuchi senpai onegaizimasu..”Aaika menyerahkan sepucuk amplop berwarna hijau  yang kemungkinan besar pasti berisi surat .
“are surat tapi surat a..” belum selesai yuto bertanya ,juniornya itu sudah menghilang entah kemana.
“cepat sekali bocah itu”  gumam Yuto. Yuto menyerahkan surat itu pada yamada,mungkin akan jauh lebih baik kalau yamada yang memberikan surat itu,mungkin saja ini  bisa jadi jalan hubungan keduanya lebih jelas.Yamada pun setuju,namun dasar  Yamada diam diam saat jam istirahat dia malah bermaksud melongok terlebih dahulu isi surat itu sebelum diserahkan pada Maria.
“chotto chotto..uhuk uhuk..” yuto mencoba mengatur nafasnya setelah yamada menariknya  keluar kelas menuju ke toilet.
“j jangan bilang kau  mau membukanya?” tanya Yuto kahawatir karena kini jari jemari Yamada  sudah siap membuka amplop yang tak dilem itu.
“aku hanya ingin memastikan ,mungkin saja ini surat dari selingkuhanya selama ini ”
“heeh selingkuhan?”
“ah aku belum menceritakanya padamu ya,sebelum denganku dia sudah memiliki 9 mantan pacar?” Yuto hanya bisa ikut tegang ,menjadi saksi perbuatan yang tidak bisa dikatakan benar tapi dia juga tak bisa menyalahkan Yamada. Apalagi mengetahui fakta Maria memang  dahulu suka bergonta ganti pacar. Perlahan Yamada mengeluarkan  isi amplop itu,sedangkan Yuto mengikuti semuanya dengan perasaan was was dan merasa berslah karena secara tidak langsung  dia sudah mengkhianati kepercayaan Aika .Bagaimanapun gadis itu telah mempercayakan surat  padanya,dan pada akhirnya kertas itu benar benar terbuka sekarang. Ada beberapa rentetean kalimat disana  dan yang lebih menggenaskan kecurigaan Yamada sepertinya benar.

“Irie” desis yamada penuh kebencian
“doshite? “ Yuto tadi memang tidak membaca isi surat itu ,dia merasa akan lebih berdosa jika membacanya
“nanti sepulang sekolah bisakan kau temani aku?” tanya Yamada tanpa melihat kearah Yuto. Diwajahnya pasti kini tergambar jelas urat urat kekesalan.
“ hai” tak ada lagi yang bisa Yuto lakukan selain mengiyakan.


                                                          ============


“mereka akan bertemu dikantin  tepatnya dekat vending machine yang itu”  Yamada menunjuk sebuah vending machine yang  terletak dibawah tangga . dinding kolong tangga dan bagian belakang vending machine  membentuk sebuah ruang kecil yang  sempit serta berpencahayaan  temaram.
“tempat yang mencurigakan untuk bertemu “ batin Yamada
“tapi apa tidak aneh mereka akan bertemu pukul  setengah enam sore ,sekolah hampir tak berpenghuni pada jam itu” bisik yuto. Takut didengar murid lain karena mereka kini masih di kantine yang cukup ramai ,sekalipun jam pulang sekolah .
15 menit menjelang batas waktu

Diluar  langit menunjuk pertanda  akan turun hujan,Yuto berulang kali memaksa Yamada untuk pulang namun sepertinya tekad pemuda itu untuk memergoki mantanya berselingkuh cukup kuat. Dia sama sekali tak bergeming dari bangkunya.

17.28 pm

hujan mulai turun, bersamaan dengan angin yang cukup kencang ,bahkan kaca kaca sesekali ikut bergetar saat angin berhembus menerpa.
“haaaahhh dingin sekali ...are  Nakajima senpai ..e Yamada senpai apa yang..” Aika tiba tiba saja muncul dari koridor sekolah yang sepi . Badanya basah mungkin dia bermaksud untuk membeli kopi di mesin pennjual kopi otomatis .
“Aika-chan kenapa kau belum pulang..”
“oh..aku habis latihan kendo..eng sedikit kehujanan tadi”
“Souka.” Aika ikut bergabung dengan keduanya setelah mendapatkan secangkir kopi ,ditatapnya kedua pemuda itu penuh dengan tatapan curiga. Yuto berulang kali berusaha untuk tidak bertemu dengan mata gadis itu,dia masih merasa bersalah mengenai surat yang dititipkan meskipun Aika tidak tahu.
“err apa ada yang kau sembunyikan dariku senpai?”  tepat sasaran, Yuto hanya bergantian antara menatap jam tanganya dan Aika .
“eh iiye..”
“tap tap tap” terdengar suara langkah  yang mendekat. Dengan segera Yamada menarik Yuto dan Aika untuk bersembunyi ,mereka memilih bersembunyi  di dapur kantin yang bersebelahan dengan  tangga tak begitu jauh dari tempat bertemunya maria dan Irie. Yamada memang sudah merencanakan itu semua dari awal. Dipasang telinganya baik baik.
Suara langkah itu berhenti. Kemudian terdengar langkah lain tapi setengah berlari
“maria-chan ..” sayup sayup suara itu terdengar di telinga 3 penguntit itu. Aika menatap bingung pada Yuto,namun Yuto memberikan isyarat untuk tetap diam.
“ah gomen irie –kun kau pasti sudah menunggu lama kan..?”
“uhmm iiye daijobu..”
“lalu...apa yang kau ucapkan padaku kemarin itu sungguh –sungguh?” ada keraguan dalam suara maria.
“err aku..sebenarnya..”
“kyaaaaaaaaaaaaaaa!!!! Kecoaaaaaaaaaaaaaaaaaa”  Aika berteriak histeris karena ada kecoa yang masuk kedalam roknya,alhasil keberadaan ketiganya diketahui oleh Maria dan Irie.
“Yama-chan?!!” Maria terlihat terkejut  saat Yamada perlahan menampakan diri dari balik dinding dapur
“jadi..inikah alasan kenpa kita harus putus?” Yamada menatap tajam pada sosok Irie yang tak kalah terkejutnya dengan Maria. Sedangkan di belakang Yamada tercipta suasna lain ,kehebohan Yuto yang berusaha menjatuhkan kecoa yang kini asik  menempel dibagian belakang rok aika,antara grogi dan canggung
“a aku..bukan begitu yama-chan..dengar dulu..”  Maria mencoba meraih tangan Yamada namun Yamada menepisnya
“iye!! Semua sudah jelas ..Yuto cepat kita pulang!”  Yamada meninggalkan lokasi itu ,baginya itu semua sudah cukup menyesakkan
“a apa? Ano.. chotto! Ini  kecoanya masih....err aduuuuuhh”
“hueeeeeeee senpai cepaaaat...!!!”
“ kau diam bodoh!! Aku sulit menghalaunya!!”
“senpai yang bodoh ..masa sama kecoa takut sih hueeee senpaaaaii!!!”
“bukan takut sama kecoa demo...demoo..” yuto melihat ada sapu tak jauh dari jangkauanya ,diambilnya sapu itu dan
“BUGH!!”
“ittaaaaaaaaaaaaaaaaai!!!!”  kecoa itupun mati


Pukul 18.00 pm

hujan belum  kunjung reda,kini kelimanya tengah berdiri di teras sekolah . Tangan Aika sibuk memencet mencet keitainya sedangkan tangan yang satunya sibuk mengelus pantat kesayanganya yang kena pukul oleh Yuto. Disebelahnya Yuto hanya bisa menelan ludahnya sendiri,merasakan atmosfer tak mengenakan disekitar  Yamada yang berdiri persisi disebelahnya tanpa ekspresi. Hatinya galau saat ini. Disisi  lain Irie dan Maria berdiri  agak jauh dari ketiganya. Maria masih terlihat shock sambil sesekali melirik kearah Yamada ,sedangkan Irie sama seperti Aika sibuk memencet mencet keitainya
“kenapa ga ada sinyaaal!!” seru keduanya hampir bersamaan ,membuat perhatian tertuju pada keduanya.
“a aku mencoba menelfon taksi he.hehe “ ujar Aika

Karena hujan semakin lebat dan sinyal telepon secara aneh menghilang sialnya lagi telepon sekolah yang berada di kantor guru juga tak mungkin digunakan karena ruangan guru sudah dikunci, kelimanya memutuskan untuk masuk keruangan sembari menunggu keadaan membaik. Kelimanya berada di kelas yang berada di lantai dasar,tepatnya kelas 1-3 kelas Aika.
“Nakajima senpai bokongku masih nyut nyutan nih..kenapa pake sapu..” Aika mulai membuka pembicaraan untuk mencairkan ketegangan yang ada di ruang itu.
“are..gomen ..demo sapu yang terbaik” ucap yuto gugup
“heh?”
“lupakan lupakan,ngomong-ngomong  maria-chan..”
“aku kebelet pipissss!!!” lagi lagi Aika dengan segala kerusuhanya
“ayo biar kutemani..” tawar Maria yang   sepertinya ingin menghindar dari  lanjutan pertanyaan yang akan dilontarkan yuto.
Kini tinggal Yamada,Yuto dan Irie
“semua tidak seperti yang kau bayangkan Yamada-kun” Irie mencoba memperjelas masalah,namun Yamada sama sekali tak memberi respon
“yang sebenarnya terjadi adalah ..”
“kau mencintai maria-chan?”
“heh? Apa?”
“katakan kau mencintainya atau tidak?!!!” emosi yamada memuncak.
“Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!” terdengar jeritan Aika. Yuto segera berlari takut terjadi apa apa dengan gadis yang sebenarnya sudah lama dia sukai .
“Aika-chaan!!! Daijobu?!!!! Aku masuk ya?!” Yuto menerobos masuk ke toilet wanita. Sampai di dalam  matanya harus disakitkan dengan pemandangan mengerikan. Maria tergolek dilantai dengan mulut penuh busa  .
“Maria-chan.!!Maria chan! Bertahanlah!!” Yuto yang masih mengetahui masih ada denyut kehidupan pada Maria  menggendong Maria ke ruang kesehatan yang terletak tak jauh dari toilet wanita
“Aika-chan beritahu Yamada cepat!!!”
“H Hai’..”

Yuto berusaha  menghubungi rumah sakit namun nampaknya sinyal telepon belum juga pulih entah apa yang terjadi.Tak lama kemudian Yamada dan Irie menyeruak masuk dengan sama paniknya.
“kita harus membawanya kerumah sakit..!!” teriak Yamada sambil mengecek denyut nadi Maria yang nampaknya semakin melemah
“rumah sakit terlalu jauh, kalaupun  kita berlari masih memakan waktu sampai  30 menit
“kita tidak bisa membiarkannya mati konyol disini kan?!!!” irie sama paniknya.
“Yamada-kun tolong bantu letakkan maria –chan dipunggung ku kita akan membawaya ke rumah sakit!!” yamada tak beregeming
“kau ingin dia mati hah!!”
“kalau dia sampai mati aku tidak akan memaafkanmu” ucap Yamada tajam,sambil memposisikan maria di punggung Irie.

“kalian mau kemana?”  Aika dengan wajah tanpa ekspresi menghalangi pintu keluar.
“minggir Aika-chan! Kita harus sgera memebawa Maria ke rumah sakit!” Yuto berusaha menggeser Aika,tapi tubuh gadi itu seperti menjadi batu,tak bergeser sama sekali.
“aika-chan a ap yang kau lakukan?!!” yuto masih coba mengalihkan Aika dengan segala usahanya namun tak juga berhasil
“hem heh.. hahaha hahahaha” tiba tiba gadi itu tertawa seperti orang gila
“gaadis bodoh itu memilih jalanya sendiri..untuk apa kalian selamatkan” Aika seperti mulai meracau, wajahnya tak lagi bersinar cenderung menakutkan . lingkaran hitam seperti orang yang kurang tidur tiba-tiba saja muncul menghisai wajahnya.
“siapa kau?!” yuto merasakan ada yang aneh pada diri gadis itu,dia bukan Aika yang dikenalnya.
“senpai..? kau tanya siapa? Siapa aku? Hahahahaha BAKA!! aku Aika!! Orang yang selama ini tak pernah kau sadari.. dan kau abaikan perasaanya!!”
“apa maksudmu..?”
“taukah  kau senpai aku menyukaimu sejak dari SD,aku mengikutimu sampai sekolah ini dan itu sudah hampir  9 tahun tapi kenpa kau tak pernah mengerti perasaan ku!!!”
“apa yang kau bicarakan!!!”
“gadis itu! Nisiuchi maria! Kau menyukai gadis itu kan?!! Kau  sudah menyeting semua ini agar irie bertemu denganya ..kau memintaku agar keduany seakan-akan melakukan pertemuan sore ini  dan kau!” Aika menunjuk kearah Yamada
“gadis itu tidak berselingkuh ,dia  hanya ingin membicarakan soal kepindahan Irie ke london dan taukah kau kalau Irie adalah sepupunya?!! Heh..heh.. lucu bukan? Hahahaha”
“jangan percaya omonganya yama-chan dia bukan Aika!!” Yuto berusaha meyakinkan yamada yang mulai termakan omongan Aika.
“benarkah..Yuto-kun..”
“iyee aku tidak melakukannya..sung ..sung,..uh..” Perlahan badan Yuto lemas ,punggunya berdarah
“matilah kalian semua disini..” Aika tersenyum mengerikan dengan sebilah pisau berlumuran darah ditanganya yang baru saja digunakanya untuk menusuk punggung yuto.

“yuto!!! Yutooo..!!!
“Bruk.!!!!”

“Yutoooooooooooooooooo!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
“byur!”
“sampai kapan kau akan tidur !!” suara okkasan terdengar puluhan kali lebih kuat  dari suara music underground. Yuto langsung meraba raba punggungnya,semua baik baik saja.
“yokattaaa...” ucapnya sambil menangkupkan kedua tanganya
“apanya yang yokatta kau hampir  telat Ai-chan sudah menunggu dibawah ,cepat kau akan terlambat..!”
“aika-chan ?”
“tentu saja..cepat!”

                                   =======================

Sepanjang perjalanan Yuto terus saja mencuri curi pandang pada Aika ,membuat gadis itu  salah tingkah.
“senpai? Kau ini kenapa..?”
“heh? I i ye..ano apa hari ini kau ada latihan kendo?”
“tidak ,memang kenapa?”
“yokatta..”
“heh?”
“aika-chan ..”
“nani?”
“aishiteru!” ucap Yuto tiba tiba membuat Aika mlongo
“heh? Senpai  kau kenapa sih..?”
“aishiteru!! Aku sudah lama menyukaimun Ai-chan!!”
“heh? D demo..”
“aku tidak mau menyimpan ini lebih lama dan pada akhirnya malah berujung seperti mimpi itu..jadi sekali lagi aku ingin mengatakanya dengan jelas  Aishiteru!!! Aishiteru aishiteru  .anata mo deshhou?” rona  pink mewarnai wajah gadis itu.
“a no sebneranya aku masih bingung dengan penjelasan senpai..demo..watashiwa suki desu..”
“hounto?”
“unn tapi kalau boleh tau itu mimpi apa? apa senpai mimpi tentangku?”
“himitsu!”
“yaaa senpaaaaiiii!!!!”
“jangan panggil senpai,panggil Yuto..”
“hahahaha”

~Owaaaaaariiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii~
 Aika-chan maaf ya..kalau jelek. ^^v  maklum lagi banyak pikiran (alasan). Ya begitulah minna epep saya kali ini ,jelek? Biarin yang penting judulnya epep *dilemparsendal
yoshaaaa author pammit ,sekian terimakasihdan tunggu epep ababil lainya jaaaaaaaa...*kabur naik delman

Yuuma: kenapa nggak naik dokar?
Author: Dokar sama Delman kerenan Delman *author kumat
 Ryutaro: Aku naik Kereta kuda..*pamer 
Author: sugooooi kalau begitu kerenan kereta kuda..yook capcuuuuussss


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Leave coment and you make me smile :)

/*--- Spam Comments ----*/ p .spammer-detected {background-color: #ffffff;} textarea { background-color: #ff0000; width:98%; height:100px; overflow:auto; display:block; margin:10px auto; }